Stefen Tallo: Anggota Kompi 07150014 Bikin Masalah di Sekolah
Koordinator Pengawas (Korwas) SMA/SMK/SLB Kabupaten Kupang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Stefen Tallo, S.Pd.,M.Pd., mengharapkan agar tidak boleh ada kompi 07150014 (dibaca: kompi kosong tujuh lima belas kosong kosong empat belas) di setiap sekolah karena anggota kompi tersebut juga menjadi salah satu sumber masalah di sekolah.
Tallo menyampaikan hal tersebut pada Jumat (26/08/2022) pagi di Aula SMAN 1 Fatuleu, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang ketika membuka kegiatan sharing dan lokakarya Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) yang digelar Pengurus Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Matematika Kabupaten Kupang.
Kompi 07150014 yang dimaksud Tallo adalah guru-guru yang masuk pada pukul 07.15 untuk mengisi daftar hadir online, lalu menghilang atau tidak melakukan apapun di sekolah, kemudian mengisi absen online pada pukul 14.00 saat pulang.

Bagi Tallo, keberadaan guru yang memiliki karakter sebagai anggota kompi 07150045 tidak boleh ada karena kehadiran guru di sekolah adalah untuk menjadi pemberi solusi untuk sejumlah persoalan yang dihadapi murid.
Tallo meminta agar para guru memperlakukan setiap murid di sekolah seperti anak sendiri sehingga berusaha hadir secara disiplin sehingga para murid tidak dirugikan.
“Anggap saja anak-anak yang diajar adalah anak dari bapak ibu, darah daging bapak ibu, sehingga harus selalu hadir untuk mengurus mereka dengan baik.” pinta Tallo.
Bagi Tallo, guru yang mendapat gaji dari Negara untuk menghidupi diri dan keluarga tetapi tidak bekerja itu sama dengan menerima gaji yang tidak menjadi berkat. Mereka, kata Tallo, hanya akan menjadi penggembira di sekolah.
“Bayangkan orang ini dapat gaji dari Negara untuk hidupi diri dan keluarga tapi tidak kerja. Itu gajinya tidak jadi berkat. Itu jadi virus.” sesal Tallo.
Karena itu, Tallo mengharapkan agar para guru berusaha mengutamakan kejujuran dan kerja tuntas sehingga tidak sekedar hadir di sekolah sebagai penggembira dan tidak memberi kontribusi bagi anak didik.
Tallo meminta para guru untuk tidak khawatir jika bekerja dengan baik sebab setiap orang akan menerima bagiannya sesuai mekanisme hukum tabur tuai karena pekerjaan yang dilakukan secara baik dan tuntas itu sama dengan bekerja untuk Tuhan.
Kepada para guru matematika peserta MGMP, Tallo mengakui bahwa konstruksi pemahaman dasar matematika yang tidak maksimal membuat mata pelajaran matematika dirasa sangat sulit sehingga perlu dilakukan remedial bagi murid yang belum tuntas memahami materi pembelajaran.
“Remedial harus dilakukan. Jangan lepas begitu saja. Itu tidak kerja tuntas, tidak kerja jujur.” kata Tallo.
Lebih lanjut Tallo juga meminta para guru untuk menerapkan pembelajaran ramah anak di kelas yang mengakomodir kebutuhan belajar murid serta tidak abai pada keunikan dan potensi setiap murid.
Agar pembelajaran ramah anak berlangsung dengan baik, Tallo juga meminta para guru untuk menghindari penggunaan kekerasan fisik dan kekerasan verbal dalam pelaksanaan pembelajaran.
MGMP Matematika Kabupaten Kupang Sukses Gelar Lokakarya IKM
Pengurus Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Matematika SMA Kabupaten Kupang menggelar kegiatan sharing dan lokakarya Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) selama 2 hari kegiatan pada Jumat dan Sabtu (26-27/08/2022) bertempat di Aula SMAN 1 Fatuleu, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang.
Dalam kegiatan yang diikuti 60 guru matematika dari sejumlah SMA di Kabupaten Kupang itu, Sejumlah 5 Calon Guru Penggerak (CGP) Angkatan 4 Kabupaten Kupang dan 1 Pengajar Praktik (PP) Program Guru Penggerak (PGP) ikut berbagi (sharing) sejumlah nilai dan prinsip merdeka belajar yang perlu diterapkan dalam praksis pembelajaran yang berpihak pada murid.
Kelima CGP tersebut adalah Aurelius Usa Naing, S.Si.,MM., Medi Yourge Expresso Doko, S.Si.,Gr., Merlina Situmeang, S.Pd., I Putu Alex Sudiartana, S.Pd.,Gr., dan Simon Seffi. Sementara PP PGP yang ikut berbagi adalah Virdis Arif Gunawan, S.Pd,Gr.
Virdis Arif Gunawan, S.Pd,Gr., PP PGP untuk beberapa CGP angkatan 4 Kabupaten Kupang yang juga guru matematika di SMAN 1 Fatuleu Barat berbagi materi mengenai teknik coaching sebagai teknik yang bisa digunakan guru (coach) dalam mendampingi murid bermasalah (coache) untuk sendiri menemukan dan menggunakan potensi diri dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi.
Aurelius Usa Naing, S.Si.,MM., guru matematika di SMAN 1 Fatuleu berbagi materi Penerapan Budaya Positif di sekolah sebagai perwujudan dari nilai-nilai, keyakinan-keyakinan, dan kebiasaan-kebiasaan di sekolah yang berpihak pada murid agar murid dapat berkembang menjadi pribadi yang kritis, penuh hormat dan bertanggung jawab.
Medi Yourge Expresso Doko, S.Si.,Gr., guru matematika di SMAN 1 Fatuleu berbagi materi mengenai Pembelajaran Berdiferensiasi sebagai usaha guru untuk menyesuaikan proses pembelajaran di kelas menggunakan pembelajaran yang memiliki diferensiasi konten, proses, dan produk agar dapat memenuhi kebutuhan belajar individu setiap murid.
Merlina Situmeang, S.Pd., guru matematika di SMAN 2 Fatuleu Tengah berbagi materi mengenai Pengelolaan Program yang berdampak pada murid, yang dalam pelaksanaannya menempatkan pola relasi murid dan guru sebagai mitra, dari sejak perencanaan hingga pelaksanaan dan refleksi program atau kegiatan di sekolah karena suara-suara, pilihan-pilihan, dan kepemilikian murid ikut mendapat tempat.
I Putu Alex Sudiartana, S.Pd.,Gr., guru matematika di SMAN 1 Fatuleu Tengah berbagi materi mengenai Pembelajaran Sosial dan Emosional (PSE), sebagai pembelajaran yang dilakukan secara kolaboratif oleh seluruh komunitas sekolah untuk membentuk dan mengembangkan 5 Kompetensi Sosial Emosional (KSE) sehingga warga sekolah terutama murid memiliki dan menerapkan pengetahuan, keterampilan dan sikap positif berkaitan dengan aspek sosial dan emosional.
Sementara Simon Seffi, guru matematika di SMAN 2 Fatuleu Barat berbagi materi mengenai karakter lingkungan yang menumbuhkembangkan kepemimpinan murid, contoh promosi suara, pilihan, dan kepemilikan murid, serta strategi pelibatan komunitas dalam mendorong kepemimpinan murid.
Selain para CGP dan PP PGP, Yandri D. I. Snae, S. Pd, MT., salah satu Widyaprada BPMP Provinsi NTT juga ikut terlibat sebagai pemateri pada hari kedua kegiatan sharing dan lokakarya IKM.
Yandri menyampaikan materi mengenai Perumusan Capaian Pembelajaran (CP), Analisis Tujuan Pembelajaran (TP), dan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) serta Pembuatan modul Ajar dan Asesmen dalam penerapan Kurikulum Merdeka.
Sebelumnya, setelah pembukaan kegiatan pada Jumat (26/08/2022) pagi, Stefen Tallo, S.Pd.,…, Koordinator Pengawas SMA/SMK/SLB Kabupaten Kupang telah memberi materi kepada para peserta. Kebijakan Kurikulum Merdeka dan Implementasi Kurikulum Merdeka adalah materi yang disampaikan Tallo.
Aurelius Usa Naing: MGMP Sebagai Wadah Berbagi dan Belajar Bersama
Kegiatan sharing dan lokakarya IKM yang berlangsung 2 hari itu dibuka oleh Koordinator Pengawas (Korwas) SMA/SMK/SLB Kabupaten Kupang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (PK) Provinsi NTT, Stefen Tallo, S.Pd.,M.Pd. pada Jumat (26/08/2022) pagi.
Turut hadir Ketua Musywarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kabupaten Kupang, Sepy L. Manafe, S.Pd.,MM., bersama Kepala SMAN 1 Fatuleu, Ambrosius Pan, S.Pd., sebagai tuan rumah.
Ketua MGMP Matematika SMA Kabupaten Kupang, Aurelius Usa Naing, S.Si.,MM., dalam sambutannya saat pembukaan kegiatan menyampaikan, MGMP merupakan wadah asosiasi bagi para guru yang berada dalam satu rumpun mata pelajaran untuk saling berkomunikasi, belajar dan bertukar pikiran serta berbagi pengalaman praktik baik dalam rangka meningkatkan kinerja guru sebagai pelaku perubahan pembelajaran di kelas.
Kegiatan MGMP, kata Aurelius, juga dapat memberi kontribusi dalam peningkatan kompetensi anggota untuk meningkatkan mutu pembelajaran di kelas sehingga dirinya mengharapkan melalui kegiatan dalam wadah MGMP, para peserta dapat meningkatkan kompetensinya secara berkelanjutan.
Aurelius juga menyampaikan, pandemi Covid-19 telah menyebabkan kualitas pendidikan semakin tertinggal karena hilangnya pembelajaran (learning loss) dan meningkatnya kesenjangan pembelajaran antar wilayah dan antar kelompok sosial-ekonomi sehingga untuk memulihkan pembelajaran paska pandemi, Kemendikbudristek telah meluncurkan Merdeka Belajar Episode Kelima belas yakni Kurikulum Merdeka dan Platform Merdeka Mengajar.
“Seiring dengan telah diberlakukannya pembelajaran tatap muka paska berakhirnya masa pandemi Covid-19, guna menyambut Implementasi Kurikulum Merdeka, maka MGMP Matematika SMA Kabupaten Kupang melaksanakan kegiatan melalui Lokakarya Implementasi Kurikulum Merdeka”. kata Aurelius.
Aurelius mengharapkan, dengan mengikuti lokakarya, para guru Matematika SMA di Kabupaten Kupang mampu mempersiapkan diri hingga mampu mengubah mindset terhadap kurikulum pembelajaran mulai dari peralihan kurikulum 2013 ke kurikulum merdeka.
Ambrosius Pan: Setelah MGMP, Ada Outcome yang Baik Bagi Pembelajaran Matematika
Kepala SMAN 1 Fatuleu, Ambrosius Pan sebagai kepala sekolah tuan rumah tempat berlangsungnya kegiatan sharing dan lokakarya IKM saat pembukaan kegiatan menyampaikan, dirinya sangat antusias dan mengapresiasi kegiatan yang digelar pengurus MGMP Matematika SMA Kabupaten Kupang sebab baginya, yang menjadi mata pelajaran favorit adalah matematika.
Dirinya mengakui mulai terinspirasi dan menyukai matematika sejak SMA Ketika kepala sekolahnya menyampaikan, jika kualitas pembelajaran matematika di sekolah baik, maka kecerdasan para siswa juga ikut meningkat.
“Kalau pengetahuan matematika kuat, orang akan berpikir secara kritis dan realistis. Sebab semua ilmu itu ibunya di matematika. Makanya saya sering sampaikan pada teman-teman guru matematika, kalau tidak bisa genjot kualitas pembelajaran matematika di sekolah maka sekolah begini besar ini tidak bisa apa-apa.” kata Ambrosius.
Ambrosius juga menyampaikan, dirinya bersyukur karena di sekolahnya memiliki 4 orang CGP yang saat ini telah memberi warna dan perubahan dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas sebab sesuai pengamatannya saat supervisi kelas, pembelajaran yang dilaksanakan oleh para CGP menempatkan murid sebagai prioritas dan suasana kelas menjadi sangat baik.
Karena itu Ambrosius mengharapkan agar kegiatan MGMP Matematika yang dilaksanakan di sekolahnya dengan melibatkan para CGP dan PP PGP dapat memberi outcome yang bagus bagi pelaksanaan pembelajaran matematika oleh para peserta setelah Kembali ke sekolah masing-masing sehingga bisa mengubah pelaksanaan pembelajaran matematika yang cenderung tidak ramah dan menakutkan.
Sepy Manafe: Setelah MGMP, Bisa Terapkan Kurikulum 2013 Rasa Merdeka
Ketua MKKS SMA Kabupaten Kupang, Sepy L. Manafe, S.Pd.,MM. dalam sambutannya pada kegiatan pembukaan menyampaikan, dirinya mengapresiasi para pengurus MGMP Matematika SMA Kabupaten Kupang yang bekerjasama dengan pihaknya untuk membangun komunikasi dengan para kepala SMA di Kabupaten Kupang agar mempersiapkan guru matematika melalui kegiatan MGMP untuk mengimplementasikan Kurikulum Merdeka.
Manafe mengaku sangat bersyukur karena ada sejumlah guru SMA di Kabupaten Kupang dari sejumlah mata pelajaran yang menjadi CGP sehingga pengimbasan kegiatan para CGP juga dapat dilaksanakan melalui forum-forum MGMP yang memungkinkan adanya saling sharing bersama para guru dalam rumpun mata pelajaran yang sama.
Manafe lantas mengharapkan agar pihak sekolah memiliki atensi untuk mendukung kegiatan MGMP dan berbagai kegiatan semacam melalui dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) dan memberi izin pada para guru untuk mengikuti kegiatan MGMP dan berbagai kegiatan sejnis untuk pengembangan kompetensi guru.
Manafe yang mengaku berbangga hati karena ada mantan anak muridnya yang juga menjadi guru matematika peserta MGMP mengharapkan agar para peserta menerapkan apa yang diperoleh saat Kembali ke sekolah.
Manafe juga mengharapkan agar peserta MGMP yang di sekolahnya belum menerapkan Kurikulum Merdeka dapat menerapkan berbagai prinsip dan nilai merdeka belajar yang diperoleh dari kegiatan sharing dan lokakarya IKM sehingga ada kurikulum 2013 rasa meredeka dalam setiap kegiatan pembelajaran.
Stefen Tallo: Setelah Ikut MGMP, Guru Matematika Harus Tampil Menyenangkan
Korwas SMA/SMK/SLB Kabupaten Kupang Dinas PK Provinsi NTT, stefen Tallo Ketika membuka kegiatan sharing dan lokakarya IKM menyampaikan, saat ini semua pihak terkait di sekolah berada dalam masa transisi kurikulum sehingga dibutuhkan guru-guru yang kreatif untuk melaksanakan pembelajaran dengan baik.
“Saat dapat undangan untuk buka kegiatan, saya lihat kegiatan ini merupakan bagian dari upaya perubahan yang baik. Kegiatan ini memiliki kontribusi untuk tujuan tersebut.” kata Tallo.
Tallo menilai MGMP sebagai wadah perkumpulan guru-guru yang mengasuh mata pelajaran yang sama untuk berdiskusi mengenai pekerjaan serta saling berbagi pengalaman pelaksanaan kegiatan pembelajaran, dan pengelolaan kelas sehingga guru peserta MGMP yang memiliki pengalaman lebih dapat berbagi kepada teman-temannya agar semua peserta memiliki pemahaman yang sama mengenai pembelajaran yang berpihak pada anak murid di dalam kelas.
Tallo berharap, setelah memahami prinsip dan nilai merdeka belajar melalui kegiatan MGMP, para guru matematika dapat tampil menyenangkan dalam kelas pembelajaran.
“Jangan seperti anggapan dulu bahwa guru matematika adalah hantu di kelas. Padahal matematika merupakan ibu bagi semua ilmu karena digunakan juga dalam bidang ilmu yang lain sehingga guru matematika mesti menguasai cara mentransfer ilmunya agar siswa juga menjadi pintar. Jadi saya harap bapak ibu guru harus menyenangkan. Pembelajaran matematika di kelas harus menyenangkan.” harap Tallo yang juga meminta agar para peserta MGMP menjadi sumber informasi bagi teman-teman gurunya di sekolah agar nilai-nilai yang mesti ada dalam pembelajaran merdeka dapat menyebar.
Sumber: suaraamfoang.com
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
XII IPA 2 Juara Umum Lomba Bulan Bahasa
Reporter: Erlana Susang Semau Selatan, – Kelas XII IPA 2 meraih prestasi gemilang pada perayaan bulan bahasa yang diselenggaran oleh SMA Negeri 1 Semau Selatan yang
Sempat Kesulitan Mencipta Puisi, Sinta Raih Juara 1 Lomba Cipta, Baca Puisi.
Reporter: Admin Pahlelo, Sinta tidak menyangka dirinya menjadi Juara 1 dalam lomba cipta, baca puisi pada perayaan bulan Bahasa SMAN 1 Semau Selatan. Padahal, satu min
Pemilihan Osis
Siswa siswi SMA NEGERI 1 SEMAU SELATAN melakukan kegiatan pemilihan Badan Pengurus OSIS yang bertempat dipanggung SMA NEGERI 1 SEMAU SELATAN yang dilaksanakan pada jumat 9 september 202
Buaya Terdampar di Pantai Onanbalu Semau
Seekor buaya terdampar di Pantai Onan Balu, Desa Bokonusan, Kecamatan Semau, Kabupaten Kupang pada Senin (19/09/2022) beberapa waktu lalu. Buaya tersebut muncul pada sore hari sekira pu
Gotong Royong di Sekolah
Pada hari Jumat tanggal 30 september 2022 semua siswa-siswi dari kelas X-XII SMA NEGERI 1 SEMAU SELATAN melakukan kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan sekolah. Jumat sebelumny
Lomba Fashion Show di SMAN 1 Semau Selatan Untuk Rayakan HUT RI
Saya mengikuti kegiatan fhasion show di sekolah saya yaitu SMAN 1 SEMAU SELATAN yang berada di Desa Uiboa, Kecamatan Semau Selatan, Kabupaten Kupang, NTT. Kegiatan tersebut dilaksanaka
Kegiatan Belajar Menulis
Ada sejumlah 20 siswa-siswi melakukan kegiatan belajar menulis di ruangan laboratorium SMA NEGERI 1 SEMAU SELATAN, Desa Uiboa, Kecamatan Semau Selatan, Kabupaten Kupang.
Gotong Royong Bersihkan Halaman SMAN 1 Semau Selatan
Kami siswa-siswi dan Bapak/ibu guru melakukan kegiatan gotong-royong untuk membersihkan halaman sekolah yang bertempat di SMAN 1 SEMAU SELATAN, Desa Uiboa, Kec. Semau Selatan, Kab
Siswa SMAN 1 Semau Selatan Gelar Class Meeting Pada Akhir Desember 2021
Tahun lalu (2021), saya dan teman-teman pelajar SMAN 1 Semau Selatan melakukan kegiatan class meeting di sekolah yang berlokasi di Desa Uiboa, Kecamatan Semau Selatan, Kabupaten Kupang.
Cara Belajar yang Efektiv dan Efisien
Belajar pagi para siswa hingga mahasiswa adalah sebuah kewajiban sebagaimana predikatnya sebagai pelajar. Pelajar yang baik tentunya harus belajar yang baik, belajar yang baik a
